SD Stella Maris yang berlokasi di Jl. Artha Kencana Kav C 1 No. 1, Sektor
Character Building adalah salah satu kegiatan sebagai bentuk komitmen dari sekolah Stella Maris bahwa karakter menjadi dasar yang harus dibangun dengan kuat dalam diri siswa.
Paskah yang diketahui bersama sebagi moment untuk memperingati wafat dan bangkitnya Yesus Kristus tentu bagi umat kristiani sangatlah penting. Hal ini karena moment Paskah dijadikan sebagai proses refleksi hidup : ”Sudahkah keberadaan kita mempunya arti buat orang lain ?”.
Gradutaion kelas 6 tahun ini dilaksanakan tanggal 1 Juni 2011 bertempat di Hall Gedung Omega Sekolah Stella Maris. Walau cuaca kurang begitu bersahabat, sempat hujan sebentar saat acara mau dimulai, tetapi sesuai jadwal maka tepat pukul 18.00 WIB acara pun dimulai.
Ibarat pertempuran di medan perang, inilah panglima perang handal yang diterjunkan ke medan juang. Tetapi ini bukanlah perang Irak, atau perang dunia ke-3. Medan pertempuran pun memang berbeda. Segala taktik dan strategi dikombinasikan menjadi satu agar dapat mencapai tujuan yaitu menjadikan SD Stella Maris BSD sebagai sekolah patut dibanggakan yang mampu menggembleng anak-anak sehingga menjadi siswa-siswi yang beriman, cerdas, aktif, kreatif, dan inovatif.
MPLS singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau dulu dikenal dengan nama MOS telah dilaksanakan unit SD Stella Maris BSD selama tiga hari dari tanggal 15 sampai 17 Juli 2019.
Sekolah dibangun dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia sehingga sekolah menjadi wahana untuk berprestasi bagi anak didik. Mendengar istilah “prestasi“ secara otomatis dalam mindset kebanyakan orang akan mengaitkan dengan angka di rapot, rangking, piala atau bentuk penghargaan lainnya. Bila ini dijadikan sebagai sebuah standar baku maka secara implisit telah ada pengkategorian bahwa anak yang tidak mendapat nilai sempurna di rapot, tidak meraih rangking di kelas, dan tidak mendapat piala adalah anak yang tidak berprestasi dan itu artinya akan ada banyak anak di sekolah yang mendapat predikat “anak yang tidak punya prestasi”. Perlu dipahami bahwa pendidikan tidak hanya sekedar sekolah, artinya pendidikan bukan hanya sebatas angka, rangking dan piala yang menjadi target pencapaian sebuah pendidikan melainkan sebuah proses yang mampu membangun nilai-nilai hidup dalam diri anak sehingga mampu mendorong diri mereka menjadi pribadi yang berguna untuk banyak orang. Apabila persepsi tentang pendidikan ini dimiliki oleh seluruh guru, orang tua dan anak, maka dalam menyikapi sebuah prestasi akan mempunyai cakupan yang lebih luas. Prestasi yang sebenarnya tidak hanya berpatokan pada angka atau nilai, melainkan ketika mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang bertanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai dapat menjadi sebuah prestasi bagi anak tersebut.